Giusto odio dignissimos Omnis dolor repellendus Olimpedit quo minus Itaque earum rerum

Minggu, 16 September 2012


selamat pagi buat teman" yg masih mau untuk membaca, dan selamat malam untuk teman" yang sudah najis untuk membaca.

kali ini saya mau mulai menghayal dan berfikir, sebenarnya lebih duluan mana sih telor atau ayam?



Pertanyaan di atas adalah teka-teki klasik yang sudah saya dengar sejak kecil, sampai-sampai saya sudah tidak ingat lagi kapan pertama kali mendengarnya.

oke, sekarang mari kita berfikir. sebagian orang ada yang berpendapat bahwa yang muncul duluan adalah telur dengan alasan karena ayam muncul dari telur sedangkan sebagian yang lainnya mengatakan telur muncul dari ayam, klo diliat begini ga akan ketemu-ketemu jawabannya dan jawabannya seperti membentuk lingkaran yang tidak akan menemukan awal maupun akhir.


Namun akhir-akhir ini ada beberapa ilmuan paleontologi yang mencoba memecahkan teka-teki ayam dan telur tersebut dengan melakukan penelitian pada fosil sarang burung yang terdapat di kanada menurut berita yang saya kutip. Para ahli tersebut mengatakan bahwa dinosaurus lebih dulu membuat sarang sebagai tempat mengerami telur sebelum burung melakukannya, hal ini terlihat dari bekas kumpulan lima butir telur yang terdapat di sarang berusia 77 juta tahun, para ahli percaya dan berasumsi bahwa burung berkembang dari dinousaurus khususnya dari telur tersebut.

Nah kalo burung tersebut dari telur dinosaurus kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bukannya dinosaurus juga berasal dari telur yang dikeluarkan dinosaurus lain dan yang akan berubah kemudian menjadi burung yang akan bertelur kemudian dari telurnya akan menghasilkan burung yang dikemudian hari akan mengeluarkan telur juga. Akkkkhhh kok jadi ribet masalahnya, malah tambah bikin pusing. Memang sampai sekarang belum ada yang berhasil memecahkan teka-teki telur dan ayam tersebut.

Daripada tambah pusing mending kita semua senyum dan tertawa untuk menghilangkan stress karena disodorkan dengan pertanyaan telur dulu atau ayam dulu..

 dan waktunya untuk mengucapkan selamat menghayal sobat :D









sesungguhnya Revolusi bangsa ini belum slesai, smoga tidak      ada satupun dari bangsa Indonesia yang melupakan ini!


PERJUANGAN IMM Aufklarung Teknik UMM
Perjuangan HMJ IT UMM 2012
HMJ IT UMM 2012


Minggu, 27 November 2011


Kalau kata-kata tidak bisa lagi menyehatkan  pikiran yang keblinger, mungkin senjata bisa melakukannya
(soekarno)





Mungkin itu adalah ungkapan kemarahan Bung Karno terhadap kelompok reaksioner yang selalu menghambat proses penuntasan revolusi Indonesia, yang menurutnya Revolusi kita belum selesai. Siapa yang tidak mengenal keberanian dan radikalisme salah satu pemimpin dunia yang paling disegani pada saat itu, berkali-kali pidatonya baik di panggung politik nasional maupun internasional (seperti Sidang Umum PBB) selalu dengan garang mengecam Imperialisme dan Neokolonialisme. Karena keteguhan dan keberaniannya itulah, pemimpin-pemimpin dari Asia-Afrika sangat kagum dengan Soekarno bahkan beberapa tahun setelah kejatuhannya mahasiswa-mahasiswa dari Afrika masih membawa buku-buku dan Biografi Soekarno dalam Pertemuan mahasiswa anti imperialis Internasional (Catatan Perjalanan sebulan GiE di AS). Namun, dibalik kharismanya yang gilang gemilang tersebut, beberapa tokoh intelektual kanan Belanda justru berpendapat negatif terhadap Soekarno sebagai seorang “Quisling” yang menjual bangsanya kepada Jepang. Tetapi tuduhan ini kehilangan pengaruh, ketika sampai sekarang orang semakin mengeluh-eluhkan sosok Soekarno, Pemimpin yang teguh melawan penjajahan asing.

Pemikiran Soekarno dan Revolusi Nasional

Pemikiran Radikal-progressif Soekarno sudah terbentuk sejak usianya masih sangat muda, salah satu tulisannya yang bisa menjadi acuan adalah “Nasionalisme, Islam dan Marxisme”. Dalam Tulisan yang dimuat secara berseri di Jurnal Indonesia Muda tahun 1926 itu, Soekarno dengan terang-terangan mengatakan bahwa maksud kedatangan kolonialis datang ke Indonesia adalah untuk memenuhi hasratnya mengakumulasi modal dan keuntungan (ekonomis). Dengan kepentingan Akumulasi Modal itulah, Soekarno membedah hubungan Imperialisme dan Kapitalisme Itu sendiri, kapitalisme mendorong terjadinya apa yang ia sebut sebagai exploitation de l’homme par l’homme atau eksploitasi manusia oleh manusia lain. Keberpihakan pada teori perjuangan klas sangat kental dalam pemikiran Soekarno, Dalam sejumlah pidatonya ia menjelaskan tentang keberadaan tiga unsur sosial mendasar yang ada di kalangan massa yang dimiskinkan tersebut. Yakni proletariat, petani dan orang-orang yang dimiskinkan lainnya (pedagang asongan, dan mereka yang sedang mencari penghidupan). Pada tahun 1920-an, ia juga merumuskan konsep Marhaen (secara harfiah adalah nama seorang petani miskin yang pernah ia ajak bicara). Awal mulanya, Marhaen mengacu pada lapisan penduduk yang memiliki beberapa perkakas produksi sendiri (misalnya, seekor kerbau) dan bekerja untuk diri mereka sendiri tetapi masih tetap miskin, sebagaimana juga yang dialami buruh pabrik atau buruh perkebunan. Soekarno mengidentifisir realitas keberadaan negeri yang dipenuhi lautan semi-proletariat dan borjuis kecil yang miskin (Max Lane, Bangsa Yang belum Selesai; Aksi, Kejatuhan Soeharto dan Sejarah Indonesia, 2007).

Pemikiran politik Soekarno kemudian di Praksiskan dengan mendirikan Partai progressif Partai Nasionalis Indonesia (PNI) tanggal 4 Juli 1927, Tujuannya jelas untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1928 ia menulis artikel berjudul Jerit Kegemparan di mana ia menunjukkan bahwa sekarang ini pemerintah kolonial mulai waswas dengan semakin kuatnya pergerakan nasional yang mengancam kekuasaannya. Ketika pada tanggal 29 Desember 1929 Soekarno ditangkap dan pada tanggal 29 Agustus 1930 disidangkan oleh pemerintah kolonial, Soekarno justru memanfaatkan kesempatan di persidangan itu. Dalam pledoinya yang terkenal berjudul Indonesia Menggugat dengan tegas ia menyatakan perlawanannya terhadap kolonialisme. Dan tak lama setelah dibebaskan dari penjara pada tanggal 31 Desember 1931 ia bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yakni partai berhaluan Radikal non-koperatif dengan kolonialis belanda  yang dibentuk pada tahun 1931 untuk menggantikan PNI yang telah dibubarkan oleh pemerintah kolonial.
Meskipun mengakui dekat dan mengagumi Marxisme, Namun Soekarno mencoba membuat pemilahan dengan teori-teori umum Marxisme. Selain istilah Marhaen yang memiliki perbedaan dengan proletariat menurut Marx, ia lebih condong memodifikasi Marxisme untuk kebutuhan perjuangan pembebasan nasional melawan kolonialisme dengan menyerukan persatuan nasional dari unsur-unsur tertindas dari massa rakyat. Sebagaimana dikatakan oleh Ruth McVey, bagi Soekarno rakyat merupakan “padanan mesianik dari proletariat dalam pemikiran Marx,” dalam arti bahwa mereka ini merupakan “kelompok yang sekarang ini lemah dan terampas hak-haknya, tetapi yang nantinya, ketika digerakkan dalam gelora revolusi, akan mampu mengubah dunia.
Soekarno dan ”Revolusi Indonesia Belum Selesai”
Kaki kami telah berada di jalan menuju demokrasi,” lanjut Presiden Soekarno dalam pidatonya di depan Kongres AS itu. “Tetapi kami tidak ingin menipu diri sendiri dengan mengatakan bahwa kami telah menempuh seluruh jalan menuju demokrasi,” sambungnya. Ia sangat sadar bahwa meskipun indonesia selama bertahun-tahun sudah merdeka, tetapi kepentingan dan Neo-Kolonialisme dan imperialisme masih terus bercokol di Indonesia. Bagi Soekarno ancaman bagi revolus Indonesia sebenarnya tidak hanya datang dari luar tetapi muncul dari dalam negeri sendiri, dalam Pidatonya di HUT PKI, Ia mengatakan bahwa ”Salah satu tingkat dari Revolusi Indonesia adalah mengganyang musuh-musuh Revolusi”. Soekarno sangat menyadari kekuatan-kekuatan kontra yang mencoba menjatuhkan dan menghambat revolusinya. Upayanya memperkuat perjuangan anti-Imperialisme- anti-Kolonialisme dengan ide ”Nasionalisme-Agama-dan Komunisme” justru menjadi alat bersembunyi bagi kekuatan kanan dengan berpura-pura mendukung Nasakom dan masuk dalam front Nasional.
Kudeta Militer, 1965 adalah kontra-revolusi untuk memutus dan menghentikan proses revolusi yang di gagas Soekarno. Segera setelah Orde Baru berkuasa upaya membunuh karakter dan pribadi Soekarno berlangsung secara sistematis. Mulai tuduhan ber istri banyak dan punya daya tarik seksual mirip dengan raja-raja Jawa, hingga tuduhan bangsa Soekano adalah dalang G.30.S/PKI (Antonie Dake, dalam bukunya dengan judul; Sukarno File). Namun upaya sistematis ini tidak mampu membunuh kharismatiknya, karena (1) tiap tanggal 17 Agustus Rakyat Indonesia memperingati proklamasi kemerdekaan dimana Soekarno adalah tokoh kuncinya. (2). Propoganda Hitam terhadap bung Karno lebih banyak pada kehidupan pribadi, tetapi jarang pada tantangan gagasan-gagasannya. Bahkan rakyat masih menganggap belum ada presiden Indonesia sesudahnya yang menyamai kemampuan dan gagasan Soekarno. Soekarno adalah orang yang bersih soal kredibilitas politik, tidak ada satupun kasus korupsi yang dilakukannya bahkan ia meninggal dalam kondisi sangat miskin. (3). Sepak terjangnya, Pandangan Politiknya, hingga Pidato-pidatonya masih terus menggema di bangsa Asia –Afrika termasuk di Indonesia sendiri. Sehingga semakin banyak rindu dengan figurnya, terbukti dengan kemenangan Megawati di pemilu 1999 (salah satu faktornya—orang rindu Figur Soekarno).
Go To Hell With Your Aid” mungkin harus menjadi pidato Soekarno yang diulang-ulang di telinga pemimpin dan elit politik saat ini, setidaknya untuk mengasah nyalinya agar sedikit lebih berani. Kehancuran Industri Nasional, dan dominasi kuat modal asing di semua sector kehidupan ekonomi betul-betul telah menempatkan bangsa Indonesia tidak ubahnya “Bangsa kuli”. Mentalitas korup dan keinginan memperkaya diri sendiri ditengah kemelaratan dan kemiskinan missal yang melanda lebih dari separuh penduduk negeri ini, sudah menjadi budaya pejabat di negeri ini. Sangat kontras dengan kehidupan pribadi Soekarno, yang sangat merakyat sehingga di juluki “Penyambung Lidah Rakyat”. Saatnya Soekarno baru hidup kembali!***

Senin, 14 November 2011


Ini rasa atau asa ?
Ini sayang atau kagum?
Ini cinta atau nafsu ?

Setiap kulangkahkan kaki dan menuju satu anak tangga kebahagiaan,,,
Tangga yang sebelumnya telah kulewati seakan memanggiku kembali..
Seakan-akan tangga itu berkata "Jangan pernah lari dari sini, bukankah kamu butuh aku untuk menopang hidupmu kedepan ?? Jangan kamu Lari dari sini , aku tau kamu sangat membutuhkanku !"
.
Hidupku adalah hari kemarin, saat ini, dan hari esok..
Tapi apa salah? , aku ingin menaiki satu anak tangga lagi untuk menyempurnakan kebahagiaan yang telah lama hilang ??
Ku pikir tak ada yang salah dengan diriku ?
Apa aku orang yang sangat sombong ?
Apa aku terlalu merasa hebat ?
.

Ku jawab semua tanda tanya besar itu dengan kata-kata TIDAK..... !
Aku hanya tak bisa mengendalikan diri dengan ajakan anak tangga itu !
Aku tak bisa mematahkan anak tangga itu !
Kalaupun aku bisa mematahkan anak tangga itu, mungkin aku tak kan berdiri diatas anak tangga berikutnya!
Karena aku kehilangan anak tangga sebelumnya yang menopangku..
.
Apa aku mampu berdiri di atas anak tangga yang tak ada penopang dibawahnya ?
Sebenarnya Bisa saja.. ! asalkan Kau ganti anak Tangga yang menopangmu itu dengan anak tangga yang Lain agar kau bisa kembali berdiri untuk menyempurnakan kebahagiaan di tangga berikutnya !
Potong saja anak Tangga itu, ganti dengan yang Lain.
Dengan Kayu yang berkualitas, cat warna yang menarik, ditambah dengan ukiran yang memperindah anak tangga itu.
Selesai kan ?
.

Dan Satu Kalimat yang indah sobat.. !
"Jangan terlalu lama menatap pintu yang telah lama tertutup, karena kau tak akan melihat pintu-pintu lain yang membuka untukmu dengan ketulusan hati".
:)

Sabtu, 05 November 2011

Antara Aku,Kamu,Dia Dan mereka. . . . . . .

Apakah yang Ku tau tentang Aku ???
Apakah yang ku tau tentang Kamu ???
Apakah yang Ku tau Tentang Dia ???
Dan Apakah yang Ku tau tentang Mereka ???

empat pertanyaan yang terdengar sangat mudah untuk di jawab, yang pada kenyataan ny sulit untuk di mengerti. yang selama ini Ku tau hanyalah Aku adalah Diriku,
Kamu adalah Dirimu, Dia adalah Dia , Dan mereka adalah Pribadi kebanyakan orang. tapi.... Apa makna dari penciptaan Antara Aku Kamu Dia Dan Mereka itu sendiripun Aku belum mengerti???

sobat,,,
cobalah kita renungkan,,,, Hakikat di ciptakan Aku, Kamu, Dia, Dan mereka adalah untuk saling mengenal, untuk saling mengasihi, dan untuk saling berbagi. tapi mengapa di dunia ini, khusunya di indonesia masih banyak prilaku loe-loe, gue-gue, siapa Loe?? siapa gue?? apa ini yang di namakan kehidupan manusia yang seharus ny saling mengasihi dan menyayangi??

Antara Aku Kamu Dia Dan Mereka adalah saudara,,,
kita sudah di satukan dalam tali persahabatan ilahi,,,,
kita di hakikatkan untuk saling berbagi dan mengasihi kawan,,, Aku adalah Kamu, Kamu adalah Aku, Dan mreka adalah Kita....

Tidak Ada Aku,Kamu,Dia, Dan mreka... yang ada hanyalah tali persahabatan dan persaudaraan ilahi.
Samapai nafas ini pun berhenti berhembus tali persaudaraan ini tidak akan pernah putus sobat..

mulai Cintailah Aku sebagai saudaramu, Cintailah Dia sebagai Saudaramu, Dan Cintailah Mereka Sebagai Saudaramu. begitupun Aku, Dia, Dan mereka juga mencintai Kamu.



^ _ Sekian _ ^
Diberdayakan oleh Blogger.